1. Ibu Tuti Pujiastuti selaku Humas di Sedekah Sampah
2. "Proses mendapatkan sampah dari tiap-tiap warga di Sekitar Kelurahan Kesenden dan di kumpulkan setiap satu Minggu sekali di Baperkam RW 03 Kesenden".
3. Sampah nya terdiri dari Kardus dan Botol Plastik
4. Sampah di dapat sekitar 1 Kg untuk semua jenis sampah (Kardus/Botol Plastik)
5. "Penghasilan yang di dapat sebelum Pandemik ini sekitar 6.000-6.500 untuk sampah botol plastik dan untuk sampah Kardus bisa mencapai 3.000, penghasilan setelah Pandemik saat ini mencapai 4.000-4.500 untuk sampah botol plastik dan Kardus mencapai 1.500-2.000".
6. Kegiatan ini atas inisiatif warga karena banyaknya sampah di Kelurahan Kesenden
7. Kegiatan ini dilakukan setiap satu Minggu sekali di Baperkam RW 03 Kesenden dari pukul 09.00 - Selesai
8. Setelah pengumpulan sampah, langsung di kirim ke pengepul yang di Pronggol
9. Pendapatan langsung di berikan kepada rumah zakat
10. Sampah di pilah-pilih dan di pisahkan sehingga tutup botol plastik yang paling mendapatkan penjualan paling besar ketimbang botol nya, dan mendapatkan hasil sekitar 3.000-3.500 setiap Kg nya.

Sedekah Sampah

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments

Selasa, 15 Desember 2020 21.52

Warga Desa Pancaksuji serta perangkat Desa antusias menyambut Mahasiswa beserta DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Pak Agus Dian Alirahman,M.Pd.I.

Yang sudah memaparkan tentang Website untuk menjadi Desa Digital pertama di Kec. Sumberjaya Kab. Majalengka.

Beberapa Mahasiswa yang tergabung dalam KPM (Kelompok Pengabdian Masyarakat) yang berbeda Prodi (Program Studi) dari Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC) melakukan aksi Demo Website bersama DPL Pak Agus (sapaan akrabnya) di teras kantor desa pada malam pukul 20.30 hingga selesai.

Menurut Adit Eka, Ketua dari mahasiswa yang tergabung dalam KPM ini, mengatakan bahwa "Kami datang ke Desa Pancaksuji bukan hanya membawa ilmu dari Kampus (IAI BBC) untuk membantu warga desa saja, akan tetapi kami juga membawa Website yang akan dipergunakan oleh perangkat desa untuk kedepan nya karena pada masa masa seperti saat ini (Covid - 19) perlu yang dinamakan Melek Digital" ujarnya.

Pada saat-saat seperti ini Virus Covid-19 ini sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seluruh dunia khususnya di Desa Pancaksuji Kab. Majalengka karena perangkat desa khawatir terkena Virus tersebut.

Maka perlulah sebuah aplikasi yang membuat perangkat desa tidak merasa khawatir lagi untuk bersentuhan secara langsung dengan warganya, Pak Agus sapaannya akrabnya menuturkan, "Aplikasi ini sudah di buat oleh kami dan sudah di sempurnakan sedemikian rupa, agar membantu perangkat desa tidak merasa khwatir lagi untuk bersentuhan secara langsung dengan warganya," kata pak Agus.

Beliaupun menutup dengan, "Mungkin kami bukan yang pertama dalam hal (desa digital) ini, akan tetapi kami hanya sifatnya membantu agar perangkat desa tidak merasa khawatir untuk bekerja sebagaimana mestinya," tutupnya.






Desa Digital Pertama

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments
Kabupaten Majalengka, siapa yang tak tahu dengan Kabupaten Majalengka, dengan banyaknya situs-situs dan makam-makam penginggalan masa kerajaan.

Pada saat zaman Hindu-Buddha hingga Abad Ke-15 Kab. Majalengka dahulu terbagi menjadi Tiga Kerajaan, yaitu Kerajaan Talaga Manggung, Kerjaan Rajagaluh, dan Kerajaan Sindangkasih.

Banyak cerita rakyat tentang Ke-Tiga kerajaan tersebut, hingga saat ini di ceritakan dari generasi ke generasi berikutnya di kalangan masyarakat Kab. Majalengka.


Kabupaten Majalengka

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments

Muhammad Haris Fadhililah Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menjadi Ketua Umum Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gemapala yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup, menurutnya "Menjadi ketua adalah menjadi pribadi yang mangayomi". 18/11/20

Selain menjadi Ketua Umum Gemapala yang ke - 5 di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon, Haris sapaan akrabnya, menjadi Mahasiswa tingkat akhir Prodi KPI di IAI Bunga Bangsa Cirebon. Baginya menjadi ketua umum Gemapala di tingkat akhir ini bukan halangan untuk terus bergerak maju.

M. Haris Fadhililah mengatakan bahwa, "Menjadi mahasiswa tingkat akhir bukan menjadi halangan untuk bisa menjadi Ketua di sebuah Organisasi!", tutur nya dengan wajah yang penuh ambisi.

Bukan tanpa tantangan, padatnya aktivitas antara perkuliahan dan organisasi membuat Haris sadar untuk pintar membagi waktu. Jika membahas mengenai membagi waktu antara kuliah dan Organisasi, tidak lepas dari adanya time management dan skala prioritas.

"Membagi waktu itu sulit, akan tetapi jika kita sudah terbiasa maka kesulitan itu akan hilang dengan sendirinya, serta pentingnya menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non-akademik," ucap Haris.

Lebih lanjut Haris menceritakan bahwa pengalaman Organisasi di IAI Bunga Bangsa Cirebon sangat menyenangkan, berkesan dan membekas di hatinya. Bukan hanya Organisasi, kuliah di IAI Bunga Bangsa Cirebon merupakan salah satu hal terbaik yang pernah saya rasakan, dengan kata lain berkesan dan membekas di hati.

Kuliah di IAI Bunga Bangsa Cirebon itu, lanjut dia, sangat menyenangkan, baik di kelas, kedekatan Mahasiswa dengan dosen maupun staff IAI Bunga Bangsa Cirebon, dan keseruan saat menjalani kegiatan-kegiatan kampus. "IAI Bunga Bangsa Cirebon seperti rumah kedua bagi saya, dimana seluruh kegiatan organisasi yang kami jalankan difasilitasi oleh IAI Bunga Bangsa Cirebon," jelas Haris.

Haris pun menyebutkan bahwa Organisasi Gemapala ini bukan hanya sekedar hanya pecinta alam semata, akan tetapi mampu mendidik kader-kader agar memiliki suatu karakter tangguh dan mampu merealisasikan kata "tanggung jawab" terhadap pemahaman ilmu dan mengimplementaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Haris menyadari bahwa IAI Bunga Bangsa Cirebon menjadi tempat persiapan dan dasar pembelajarannya untuk menciptakan kader-kader agar memiliki suatu karakter tangguh. Kesadaran inilah yang membawanya menjadi Mahasiswa aktif pada tingkat akhir. IAI Bunga Bangsa Cirebon menjadi tempat persiapan sebelum terjun ke medan perang (pekerjaan di dunia nyata) yang sesungguhnya.

"Kita terlahir sebagai pemenang. Artinya kita mempunyai sebuah ambisi untuk terus melangkah maju ke depan agar mampu untuk bersikap sebagaimana manusia memanusiakan manusia!," tutup Haris.

Mahasiswa tingkat akhir menjadi Ketua UKM, Kenapa tidak ?

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments



Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC)

Telah di buka pendaftaran Gelombang ke Tiga tahap ke Dua, untuk seluruh Program Studi (Prodi) Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon (BBC) dan salah satu nya adalah Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Untuk Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, ada beberapa pilihan kelas, yang terdiri dari Kelas Reguler, Kelas Karyawan dan Kelas Penyuluh Agama Honorer (PAH)

“Kelas yang kami sediakan untuk Prodi KPI di Kampus IAI Bunga Bangsa Cirebon terdiri dari beberapa kelas yaitu ada kelas regular, kelas karyawan dan Kelas Khusus Penyuluh Agama Honorer (PAH), bukan hanya kelas yang kami sediakan untuk Prodi KPI ini, kami juga berkompetensi atau konsentrasi jurusan pada Ilmu Jurnalistik, Public Relations, Broadcasting, Sinematografi dan Ilmu Dakwah untuk kelas khusus PAH", ujar Maman Abdurahman Ketua Prodi KPI IAI Bunga Bangsa Cirebon, senin (14/09/2020).

Selain waktu perkuliahan yang fleksibel dan biaya kuliah yang relatif terjangkau, Prodi KPI ini juga menawarkan berbagai program beasiswa bagi mahasiswanya. Bukan hanya itu, Sistem perkuliahan di Prodi KPI IAI Bunga Bangsa Cirebon juga menerapkan sistem blendid learning (perkuliahan online dan offline). “Dengan sistem perkuliahan blendid learning, mahasiswa memiliki waktu yang fleksibel untuk kuliah sambil bekerja, ujar Maman Abdurahman.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat mengklik Link ini atau bisa langsung datang ke pusat informasi Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon.  

Oleh: Ridwan Zenn
Dosen pengampu : Maman Abdurrahman, M.I.Kom.
Kampus: Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon

Pendaftaran Gelombang Tiga tahap ke Dua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments
UKM Olahraga berdiri sejak Tanggal 12 bulan November tahun 2019, UKM ini berdiri di Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) lebih tepatnya di Halte Akademi Kebidanan (Akbid).

Dengan mengusung konsep Mahasiswa yang berpendidikan bukan hanya di bidang Akademis semata. Akan tetapi di bidang Olahraga pun Mahasiswa di tuntut untuk bisa -.

Di bentuklah Kelompok kecil untuk masa periode 2020/2021 dengan struktural yang di isi oleh beberapa orang.

UKM Olahraga #2

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments
UKM OLAHRAGA #BBC01

apa itu UKM ? UKM ialah singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa.
apa itu UKM Olahraga ? UKM Olahraga Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang Olahraga.

UKM Olahraga berdiri pada bulan November tahun 2019, sebelumnya UKM ini di namakan UKM Futsal dan pada saat UKM Futsal inipun berdiri pada bulan September tahun 2016 dan hanya satu Cabor (Cabang Olahraga) yang di sertakan .yaitu Futsal. Karena bakat dan minat dari Mahasiswa Institut Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) inilah kami dari UKM Olahraga hadir untuk memenuhi ke inginan serta minat dan bakat  dari Mahasiswanya itu sendiri.

UKM terbentuk oleh beberapa orang - orang hebat saja, yang terdiri oleh Azis, Septo Eko, Ridwan, Adit. Kamilah sang printis dari UKM Olahraga.

UKM Olahraga ini diketuai oleh Mahasiswa Semester 7 Fakultas Komunikasi dan Dakwah yaitu Ridwan Zenn, dengan Wakil nya Sdr. Yogi Sulaksana (KPI Semester 5)

UKM Olahraga pada saat ini bergerak di beberapa Cabor (Cabang Olahraga) atau biasa kami sebut sebagai Divisi, yaitu :

1. Futsal
2. Sepak Bola
3. Badminton
4. Voli
5. Tenis Meja
6. Catur

dan yang terbaru kami bergerak di Cabor (Cabang Olahraga) Bela Diri, total ada 7 (Tujuh) divisi yang kami geluti

UKM Olahraga

Posted by : Bocah Siswa 0 Comments

- Copyright © Bocah_Siswa - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -