Archive for November 2020
Muhammad Haris Fadhililah Mahasiswa Program Studi (Prodi) Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) menjadi Ketua Umum Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gemapala yang bergerak di bidang Lingkungan Hidup, menurutnya "Menjadi ketua adalah menjadi pribadi yang mangayomi". 18/11/20
Selain menjadi Ketua Umum Gemapala yang ke - 5 di Kampus Institut Agama Islam (IAI) Bunga Bangsa Cirebon, Haris sapaan akrabnya, menjadi Mahasiswa tingkat akhir Prodi KPI di IAI Bunga Bangsa Cirebon. Baginya menjadi ketua umum Gemapala di tingkat akhir ini bukan halangan untuk terus bergerak maju.
M. Haris Fadhililah mengatakan bahwa, "Menjadi mahasiswa tingkat akhir bukan menjadi halangan untuk bisa menjadi Ketua di sebuah Organisasi!", tutur nya dengan wajah yang penuh ambisi.
Bukan tanpa tantangan, padatnya aktivitas antara perkuliahan dan organisasi membuat Haris sadar untuk pintar membagi waktu. Jika membahas mengenai membagi waktu antara kuliah dan Organisasi, tidak lepas dari adanya time management dan skala prioritas.
"Membagi waktu itu sulit, akan tetapi jika kita sudah terbiasa maka kesulitan itu akan hilang dengan sendirinya, serta pentingnya menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non-akademik," ucap Haris.
Lebih lanjut Haris menceritakan bahwa pengalaman Organisasi di IAI Bunga Bangsa Cirebon sangat menyenangkan, berkesan dan membekas di hatinya. Bukan hanya Organisasi, kuliah di IAI Bunga Bangsa Cirebon merupakan salah satu hal terbaik yang pernah saya rasakan, dengan kata lain berkesan dan membekas di hati.
Kuliah di IAI Bunga Bangsa Cirebon itu, lanjut dia, sangat menyenangkan, baik di kelas, kedekatan Mahasiswa dengan dosen maupun staff IAI Bunga Bangsa Cirebon, dan keseruan saat menjalani kegiatan-kegiatan kampus. "IAI Bunga Bangsa Cirebon seperti rumah kedua bagi saya, dimana seluruh kegiatan organisasi yang kami jalankan difasilitasi oleh IAI Bunga Bangsa Cirebon," jelas Haris.
Haris pun menyebutkan bahwa Organisasi Gemapala ini bukan hanya sekedar hanya pecinta alam semata, akan tetapi mampu mendidik kader-kader agar memiliki suatu karakter tangguh dan mampu merealisasikan kata "tanggung jawab" terhadap pemahaman ilmu dan mengimplementaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Haris menyadari bahwa IAI Bunga Bangsa Cirebon menjadi tempat persiapan dan dasar pembelajarannya untuk menciptakan kader-kader agar memiliki suatu karakter tangguh. Kesadaran inilah yang membawanya menjadi Mahasiswa aktif pada tingkat akhir. IAI Bunga Bangsa Cirebon menjadi tempat persiapan sebelum terjun ke medan perang (pekerjaan di dunia nyata) yang sesungguhnya.
"Kita terlahir sebagai pemenang. Artinya kita mempunyai sebuah ambisi untuk terus melangkah maju ke depan agar mampu untuk bersikap sebagaimana manusia memanusiakan manusia!," tutup Haris.
